Minggu, 07 Juli 2013

Resensi Novel Cinta Suci Zahrana



Resensi Novel
Judul Resensi       : KETIKA JODOH TAK AKAN LARI KEMANA
Identitas Novel
Judul Novel             : Cinta Suci Zahrana
Penulis                   : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit                 : Ihwah Publishing House
Kota Terbit             : Jakarta
Tahun Terbit           : 2011
Tebal Halaman        : 284 Halaman
Latar Belakang Penulis
Habiburrahman El Shirazy lahir di Semarang Jawa Tengah 30 September 1976. Ia adalah Novelis No 1 di Indonesia (dinobatkan oleh INSANI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tahun 2008).Sastrawan terkemuka Indonesia ini juga ditahbiskan oleh harian Republika sebagai TOKOH PERUBAHAN INDONESIA 2007.Sarjana universitas Al Azhar,kairo mesir ini,selain dikenal sebagai Novelis juga dikenal sebagai Sutradara,Da’I,dan penyair. Kan Abik yang banyak kalangan dijuluki ‘’Penulis Bertangan Emas’’ telah diganjar banyak penghargaan bergengsi tingkat Nasional maupun Asia Tenggara diantaranya PENA AWARD 2005,THE MOST FAVORITE BOOK 2005,REPUBLIOKA AWARD 2008,UNDIP AWARD,PENGHARGAAN DARI MENPORA,PENGHARGAAN SASTRA NUSANTARA,PARAMADINA AWARD 2009,PENGHARGAAN PENULIS SKENARIO TERBAIK/TERPUJI. Kini ia tinggal di kota kecil salatiga bersama keluarganya dan untuk berkomunikasi denganya, bisa melalui email my.kangabik@gmail.comatau langsung kontak ke nomer berikut ini +6281325756700.
Pokok Pokok Isi Novel (Unsur Intrinsik)
A.   Tema                     :Pernikahan yang tertunda

B.    Tokoh dan Perwatakan

Dewi Zahrana          : Cerdas,jujur,baik hati dan egois
Ayah(Pak Munajat)   : Sholeh,penyayang,dan tegas
Ibu(Bu Nuriyah)      : Sholehan,baik hati,dan penyayang
Haji Sumarno                   : Genit dan suka main perempuan
Lina                       : Sholehah,baik hati dan bijaksana
Gugun                    : Ulet,mandiri,dan optimis
Santi                      : Penyayang dan baik
Andi                      : Baik dan sholeh
Edi Nugraha            : Ramah dan santun
Imdad                    : Penurut dan baik hati
Marni                     : Penyayang btapi agak kejam
Nina                      : Baik hati dan Manja
Vincent Lung          : Sopan,tanggung jawab dan tegas
Rahmad                 : Sholeh,sabar dan tanggung jawab
Bu Merlin                : Baik hati,tanggug jawab,dan Tegas
Hasan                    : Sholeh,baik hati,penyayang,dan tanggung jawab
Bu Dokter zulaikha   : Baik hati dan penyayang
Pak didik                : Baik hati dan tegas
Titi                        : Manja dan Nakal
Mbak Mar               : Baik hati dan penyayang
KH Amir shodiq       : Sholeh,baik hati,dan tegas
Bu Nyai Sa’adah      : Sholehah,baik hati dan bijaksana
Prof Jiang Daohan   : Baik Hati dan Bijaksana
C.   ALur
Novel ini memakai alur sorot balik(flash back),karena dalam ceritanya terdapat kilas balik.
D.   Sudut Pandang
Sudut pandang orang ketiga


E.    Latar
Tempat         : Di Fakultas Teknik Universitas Mangunkarsa semarang,di Bandara
                     Adi Sumarno solo,di Bandara changi,STM Al Fatah Mranggen,
                    Tsinghua University Beijng China,Di Rumah,Di Fakultas Teknik
                     UGM,dan Pondok Pesantren Al Fatah.
Suasana        :Menyedihkan,Menegangkan,Menyenangkan.
Kapan           : Pagi hari,siang hari,sore hari,malam hari.
Keunggulan Novel
1.    Kita dapat mengetahui arti perjuangan cita cita yang mulia dalam kisah
Tokoh utama buku ini.
2.    Alur cerita yang memikat, setting lebih beragam dan konflik yang penuh berwarna sebagai unsur intrinsiknya dalam novel ini.
Kelemahan Novel
kelemahan dalam novel ini yakni bahasa ilmiah tentang dunia arsitek itu sendiri tak digali secara dalam. Kalau pun ada hanya sedikit dan sangat kurang. Hanya sekilas saja. Ini lebih banyak membahas konflik kehidupan pribadi Zahrana yang telat menikah.
Bahasa
Bahasa yang digunakan tetap bahasa indonesia tetapi tidak jarang kita jumpai bahasa daerah yang dimana tempat kejadianya adalah semarang,yaitu ibu kota Provinsi Jawa Tengah.
Sinopsis
Zahrana seorang dosen berprestasi yang belum juga mendapatkan/menemukan jodoh disaat usia yang sudah tidak lagi muda, walaupun sederet prestasi telah diraihnya. Sang bapak (Pak Munajat) ingin sekali melihat anak semata wayangnya "Rana" segera menikah karena kerinduannya akan seorang cucu.
Akhirnya Dosen fakultas Arsitektur Universitas Mangunkarsa Semarang tersebut mendapat lamaran dari sang atasan dekan fakultas teknik "Pak Karman" yang menjanjikan akan menghajikan kedua orang tua Rana jika mereka menikah, tetapi lamaran itu ditolak oleh sang perawan tua karena lelaki yang hendak melamarnya ini mempunyai sifat dan perilaku yang buruk, bertambah sakitlah Pak Munajat sang ayah menyaksikan hal ini.Untunglah Rana mempunyai seorang teman yang baik hati, Lina namanya. Dia (Lina) menyarankan pada Zahrana untuk menemui Kyai Amir Shadiq, akhirnya Rana dipasangkan dengan seorang pemuda Shaleh penjual penjual kerupuk "Rakhmad" yang latar belakang pendidikan berbeda 180 derajat dengan zahrana. Tapi takdir berkata lain ketika di hari bahagianya, tepatnya di hari pernikahannya Zahrana mendapatkan kabar yang membuatnya ia shock hingga tak sadarkan diri (pingsan). Ia menerima kabar duka tentang kematian (calon) suaminya itu yang tewas karena tertabrak kereta api.
Ternyata bukan sampai disitu penderitaan (musibah) yang dialami oleh Zahrana. Setelah kematian Rahmad, (calon) suaminya itu. Pak Munajat, ayahnya pun ikut menyusul. Ayahnya dipanggil oleh yang Maha Kuasa. Meninggal dunia karena serangan jantung. Apalagi ia harus menerima teror oleh Pak Karman, rekan kerjanya sesama dosen yang pinangannya ditolak mentah-mentah olehnya. Dan semakin lengkaplah penderitaan Zahrana. Hari-hari yang ia lalu penuh dengan kedukaan
          Pada akhir bulan Ramadhan zahrana dilamar oleh hasan,. Rana kaget seolah olah tidak percaya, bahwa mahasiswa ingin menikahi dosenya. Hasan adalah mantan mahasiswanya di Fakultas Teknik Universitas Mangunkarsa semarang.Dokter zulaikha(ibunya hasan) menyakinkan Rana bahwa hasan benar benar serius dan tulus mencintainya.Lalu rana bersedia menikah dengan hasan dengan satu syarat,rana ingin pernikahanya nanti malam setelah bakda tarawih dan maharnya seadanya saja.
          Akhirnya Hasan dan zahrana menikah setelah bakda tarawih disaksikan oleh banyak jama’ah tarawih dan malam itu adalah kebahagiaan rana yang selama ini tertunda.Satu bulan telah berlalu,kemudian rana pergi ke china untuk mengambil beasiswa di Fudan University melanjutkan S3 bersama suaminya. Akhirnya Hasan dan Rana menikmati kebahagiaan dan melanjutkan Pendidikanya di china,lalu mereka hidup bahagia.
Amanat Novel
v  Janganlah menyerah dan tetap ikhtiar untuk mendapatkan sesuatu.
v  Bersungguh sungguhlah meraih cita cita,akan tetapi jangan melupakan perkara sunah Rasululloh SAW untuk menikah,Percayalah Allah SWT menciptakan hambanya hidup berpasang pasangan .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar